Perhelatan
Euro Cup akan dilaksanakan mulai 8 Juni – 1 Juli 2012, yang akan berlangsung di
Ukraina dan Polandia. Pertandingan bergengsi ini sangat ditunggu-tunggu oleh
pecinta sepakbola di seluruh dunia. Bahkan, biasanya dijadikan ajang taruhan.
Mungkin Anda masih ingat dengan kemunculan
gurita peramal yang sangat terkenal di Euro 2008. Gurita yang bernama Paul itu,
dijadikan panduan bagi para pemasang taruhan, untuk menentukan kesebelasan mana
yang akan memenangkan pertandingan.
Nah, kini negara Rusia mengklaim memiliki hewan
unik lain yang juga bisa meramal pertandingan Euro 2012. Hewan itu adalah
seekor babi, yang ada di kota Kiev, Rusia. Bahkan, pemerintah setempat sudah
mengumumkan kepada publik, mengenai keberadaan babi peramal itu, Jumat (18/5).
"Seekor babi oracle yang unik berasal dari
Ukraina, memiliki kemampuan untuk meramal misteri sepakbola. Setiap hari, mulai
pukul 16.00, babi itu akan memprediksi hasil pertandingan yang akan
berlangsung," ujar pemerintah kota Kiev, seperti yang dilansir dari
Reuters.
Pejabat pemerintah Kiev mengatakan, mereka ingin
membawa kegembiraan yang sama saat pertandingan Euro 2012 berlangsung di
Ukraina, dengan membawa babi peramal ke tengah kota sebelum pertandingan.
Fenomena hewan yang bisa memprediksi hasil
pertandingan sepakbola secara tepat mulai merebak sejak kemunculan Paul si
gurita. Ketika itu, Paul melakukan prediksi dengan mengambil makanan yang
masing-masing diberi gambar bendera peserta Euro 2008.
Selain itu, Paul juga memprediksi Spanyol sebagai
pemenang Piala Dunia di Afrika Selatan, yang berhasil mengalahan Belanda di
partai final, yang terjadi di tahun 2010 itu. Paul meramal dari aquarium di
Oberhausen. Namun, tak lama setelah itu, Paul si gurita mati.
Hewan lain yang juga pernah dipercaya bisa meramal
adalah kura-kura langka berkepala dua yang bernama Magdalena. Kura-kura ini
memulai karir sebagai peramal sejak tahun lalu, di ajang kejuaraan dunia hoki
es di Slovakia.
Jerman juga memiliki seekor tupai juling bernama
Heidi, yang tampil di televisi Amerika, untuk memprediksi pemenang Oscar.
Namun, Diana mati di bulan September 2011. (art)
RAMALAN DALAM PANDANGAN ISLAM
Terkait dengan ramal-meramal tentang tim mana yang akan memenangkan
pertandingan Euro 2012 sebenarnya sudah banyak di dunia maya Bahkan banyak
pihak yang melibatkan hewan untuk meramal hasil setiap pertandingan. Ironisnya
ketika hewan yang dijadikan tukang ramal meramal dengan tepat, mereka kemudian ‘mengkultuskan’
hewan tersebut. Masalahnya adalah bagaimanakah sebenarnya hukum dari ramalan
itu sendiri menurut Islam?
Ketua Komisi Fatwa Kerajaan Saudi Arabia (Al Lajnah Ad Daimah) di masa
silam, Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin ‘Abdillah bin Baz ditanya mengenai hukum membaca
ramalan bintang, zodiak dan semisalnya. Jawaban beliau rahimahullah,
“Yang disebut ilmu bintang, horoskop, zodiak dan rasi bintang termasuk di
antara amalan jahiliyah. Ketahuilah bahwa Islam datang untuk menghapus ajaran
tersebut dan menjelaskan akan kesyirikannya karena di dalam ajaran tersebut
terdapat ketergantungan pada selain Allah, ada keyakinan bahwa bahaya dan
manfaat itu datang dari selain Allah, juga terdapat pembenaran terhadap
pernyataan tukang ramal yang mengaku-ngaku mengetahui perkara ghaib dengan
penuh kedustaan, inilah mengapa disebut syirik. Tukang ramal benar-benar telah
menempuh cara untuk merampas harta orang lain dengan jalan yang batil dan
mereka pun ingin merusak akidah kaum muslimin.”
Dalil yang menunjukkan perihal tadi adalah hadits yang diriwayatkan oleh Abu
Daud dalam kitab sunannya dengan sanad yang shahih dari Ibnu ‘Abbas radhiyallahu
‘anhuma bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنِ اقْتَبَسَ عِلْمًا مِنَ النُّجُومِ اقْتَبَسَ شُعْبَةً مِنَ السِّحْرِ زَادَ مَا زَادَ
“Barangsiapa mengambil ilmu perbintangan, maka ia berarti telah
mengambil salah satu cabang sihir, akan bertambah dan terus bertambah.”
Begitu pula hadits yang diriwayatkan oleh Al Bazzar dengan sanad yang jayyid dari
‘Imron bin Hushoin, dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam,
beliau bersabda,
لَيْسَ مِنَّا مَنْ تَطَيَّرَ أَوْ تُطُيِّرَ لَهُ أَوْ تَكَهَّنَ أَوْ تُكُهِّنَ لَهُ أَوْ سَحَّرَ أَوْ سُحِّرَ لَهُ
“Bukan termasuk golongan kami, siapa saja yang beranggapan sial atau
membenarkan orang yang beranggapan sial, atau siapa saja yang mendatangi tukang
ramal atau membenarkan ucapannya, atau siapa saja yang melakukan perbuatan
sihir atau membenarkannya.”
Siapa saja yang mengklaim mengetahui perkara ghaib, maka ia termasuk dalam
golongan kaahin (tukang ramal) atau orang yang berserikat di
dalamnya. Karena ilmu ghaib hanya menjadi hak prerogatif Allah sebagaimana
disebutkan dalam ayat,
قُلْ لَا يَعْلَمُ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ الْغَيْبَ إِلَّا اللَّهُ
“Katakanlah: “Tidak ada seorangpun di langit dan di bumi yang mengetahui
perkara yang ghaib, kecuali Allah” (QS. An Naml: 65).
“Nasehatku bagi siapa saja yang menggantungkan diri pada berbagai ramalan
bintang, hendaklah ia bertaubat dan banyak memohon ampun pada Allah (banyak
beristighfar). Hendaklah yang jadi sandaran hatinya dalam segala urusan adalah
Allah semata, ditambah dengan melakukan sebab-sebab yang dibolehkan secara
syar’i. Hendaklah ia tinggalkan ramalan-ramalan bintang yang termasuk perkara jahiliyah,
jauhilah dan berhati-hatilah dengan bertanya pada tukang ramal atau membenarkan
perkataan mereka. Lakukan hal ini dalam rangka taat kepada Allah dan Rasul-Nya,
dalam rangka menjaga agama dan akidah.”
(Dinukil dengan perubahan redaksi dari Majmu’ Fatawa Ibnu Baz, 2: 123)
Syaikh Sholih Alu Syaikh -hafizhohullah- mengatakan, “Jika seseorang
membaca halaman suatu koran yang berisi zodiak yang sesuai dengan tanggal
kelahirannya atau zodiak yang ia cocoki, maka ini layaknya seperti mendatangi
dukun. Akibatnya cuma sekedar membaca semacam ini adalah tidak diterima
shalatnya selama empat puluh hari. Sedangkan apabila seseorang sampai
membenarkan ramalan dalam zodiak tersebut, maka ia berarti telah kufur terhadap
Al Qur’an yang telah diturunkan pada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi
wa sallam.” (Lihat At Tamhid Lisyarh Kitabit Tauhid oleh
Syaikh Sholih Alu Syaikh pada Bab “Maa Jaa-a fii Tanjim”, hal. 349)
Intinya, ada dua rincian hukum dalam masalah ini.
Pertama: Apabila cuma sekedar membaca zodiak atau ramalan bintang,
walaupun tidak mempercayai ramalan tersebut atau tidak membenarkannya, maka itu
tetap haram. Akibat perbuatan ini, shalatnya tidak diterima selama 40 hari.
Nabi shallallahu ’alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَىْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلاَةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً
“Barangsiapa yang mendatangi tukang ramal, maka shalatnya selama 40 hari
tidak diterima.” (HR. Muslim no. 2230). Ini akibat dari cuma sekedar
membaca.
Maksud tidak diterima shalatnya selama 40 hari dijelaskan oleh An-Nawawi:
“Adapun maksud tidak diterima shalatnya adalah orang tersebut tidak mendapatkan
pahala. Namun shalat yang ia lakukan tetap dianggap dapat menggugurkan
kewajiban shalatnya dan ia tidak butuh untuk mengulangi shalatnya.” (Syarh
Muslim, 14:227)
Kedua: Apabila sampai membenarkan atau meyakini ramalan tersebut, maka
dianggap telah mengkufuri Al Qur’an yang menyatakan hanya di sisi Allah
pengetahuan ilmu ghoib.
Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ أَتَى كَاهِناً أَوْ عَرَّافاً فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ
“Barangsiapa yang mendatangi dukun atau tukang ramal, lalu ia
membenarkannya, maka ia berarti telah kufur pada Al Qur’an yang telah
diturunkan pada Muhammad.” (HR. Ahmad no. 9532, Hasan)
Namun jika seseorang membaca ramalan tadi untuk membantah dan membongkar
kedustaannya, semacam ini termasuk yang diperintahkan bahkan dapat dinilai
wajib. (Al Qoulul Mufid ‘ala Kitabit Tauhid, 1:330)
Syaikh Sholih Alu Syaikh memberi nasehat, “Kita wajib mengingkari setiap orang
yang membaca ramalan bintang semacam itu dan kita nasehati agar jangan ia
sampai terjerumus dalam dosa. Hendaklah kita melarangnya untuk memasukkan
majalah-majalah yang berisi ramalan bintang ke dalam rumah karena ini sama saja
memasukkan tukang ramal ke dalam rumah. Perbuatan semacam ini termasuk dosa
besar (al kabair) –wal ‘iyadzu billah-. …
Oleh karena itu, wajib bagi setiap penuntut ilmu agar mengingatkan manusia
mengenai akibat negatif membaca ramalan bintang. Hendaklah ia menyampaikannya
dalam setiap perkataannya, ketika selesai shalat lima waktu, dan dalam khutbah
jum’at. Karena ini adalah bencana bagi umat. Namun masih sangat sedikit yang
mengingkari dan memberi peringatan terhadap kekeliruan semacam ini.” (Lihat At
Tamhid Lisyarh Kitabit Tauhid, hal. 349)
Dari sini, sudah sepatutnya seorang muslim tidak menyibukkan dirinya dengan
membaca ramalan-ramalan bintang melalui majalah, koran, televisi atau lewat
pesan singkat via sms. Begitu pula tidak perlu seseorang menyibukkan dirinya
ketika berada di dunia maya untuk mengikuti berbagai ramalan-ramalan bintang
yang ada. Karena walaupun tidak sampai percaya pada ramalan tersebut, tetap
seseorang bisa terkena dosa jika ia bukan bermaksud untuk membantah ramalan
tadi. Semoga Allah melindungi kita dan anak-anak kita dari kerusakan semacam
ini.
Ramalan bukan hanya datang dari tukang ramal dengan bertanya langsung, namun
saat ini bisa masuk ke rumah-rumah kaum muslimin dengan begitu mudah, baik
lewat media cetak, TV, atau pun internet. Kita berlindung kepada Allah semoga
diri kita, anak-anak kita, kerabat-kerabat kita terbebas dari membaca dan
mempercayai ramalan bintang, serta dijauhi segala bentuk perbuatan syirik.
Jadikanlah satu-satunya sandaran dalam segala urusan adalah Allah Ta’ala semata,
وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُهُ
“Dan barang siapa yang bertawakal kepada Allah niscaya Allah akan
mencukupkan (keperluan) nya.” (QS. Ath Tholaq: 3).
Al Qurtubi mengatakan, ”Barangsiapa menyerahkan urusannya sepenuhnya kepada
Allah, maka Allah akan mencukupi kebutuhannya.” (Al Jami’ Liahkamil Qur’an, 18:
161). Jika Allah jadi satu-satunya sandaran, maka rizki, jodoh, dan segala
urusan akan dimudahkan oleh Allah Ta’ala.
إِنْ أُرِيدُ إِلَّا الْإِصْلَاحَ مَا اسْتَطَعْتُ وَمَا تَوْفِيقِي إِلَّا بِاللَّـهِ عَلَيْهِ تَوَكَّلْتُ وَإِلَيْهِ أُنِيبُ
“Dan tidak ada taufik bagiku melainkan dengan (pertolongan) Allah. Hanya
kepada Allah aku bertawakkal dan hanya kepada-Nya-lah aku kembali.” (QS. Hud: 88)
Wallahu waliyyut taufiq was sadaad.
-------------------------------------------
Diolah dari berbagai sumber.